Selasa, 23 April 2013

Kalimilk Yogja, tempatnya para NENENers

Susu sangat bermanfaat bagi tubuh manusia. Banyak asupan gizi yang dapat kita dapatkan dari susu. semua orng dari berbagai kalangan menyukai jenis minuman yang satu ini. karena rasanya yang enak dan manfaatnya yang baik untuk tulang.
Saai ini, sudah banyak tempat yang menyediakan minuman susu dengan berbagai rasa yang unik dan lezat.
salah satunya adalah Kalimilk di Yogyakarta.
Kalimilk merupakan sejenis cafe yang menyediakan minuman yang berbau susu..Tapi bukan hanya itu saja di Kalimilk bisa juga menikmati berbagai makanan dengan rasa berciri  khas Kalimilk.Untuk harganya cukup terjangkau..disesuaikan dengan ukuran gelas yang kita pesan. Kalau ingin perut anda diisi penuh dengan susu, bisa dengan memesan gelas berukuran paling besar/ ukuran gajah.
Selamat menikmati para Neneners..^^


Dike dan Sila

Pancake Kalimilk :P

Brokoli and chesee, cream soup dan Kalimilk Candy

Kalimilk Pussionfruit (Markisa)

Sila,Deta dan Dike

NENERers Palace

Senin, 25 Maret 2013

Gereja Bleduk, Gereja berkubah, Kota Lama, Semarang, Jawa Tengah



Gereja Bleduk ini merupakan gereja kristen dengan bentuk yang unik. Bentuk bagian atas gereja ini berbentuk kubah. Gereja ini menjadi slah satu objek wisata yang harus dikunjungi jika berkunjung ke Kota Lama di Semarang.

Gereja Berkubah


Salah satu gedung kantor di Kota Lama

Taman di samping Gerja Bleduk

GPIB Immanuel, Gereja Bleduk

Jalan - jalan ke Kota Lama

Tampak depan gereja

Salah satu gedung tua di Kota Lama

Gereja di Kota Lama Semarang

Jumat, 15 Maret 2013

Komentar tentang Penggunaan Tissue

Bicara soal penggunaan tissue, hampir semua dari kita pernah menggunakan fasilitas umum toilet yang menyediakan tissue sebagai pengering tangan baik setelah buang air maupun hanya untuk cuci tangan.
Kejadian ini pernah beberapa kali saya temukan dan ada yang beberapa saya dengar dari cerita teman saya.
Waktu itu saya baru saja selesai mencuci tangan di wastafel, kemudian ada seorang wanita yang keluar dari toilet dan kemudian mencuci tangannya di wastafel di samping saya.
Setelah selesai dia kemudian menggunakan tissue jenis towel tissue untuk mengeringkan tangannya. yang saya permasalahkan di sini bukan dari banyaknya air yang dia gunakan untuk membersihkan tangannya, bukan dari penampilan atau cara dia mencuci tangan tapi dari banyaknya towel tissue yang dia gunakan. Dengan mudahnya dia menarik tissue tersebut 2 kali. Padahal setahu saya tissue dengan jenis seperti ini daya serapnya sangat tinggi dan bahkan bisa untuk mengeringkan 4 tangan.
Mengapa tidak menggunakan 1 tissue saja untuk mengeringkan tangan yang tidak seberapa besar itu?
Bukankah semakin banyak tissue yang digunakan akan semakin banyak pohon yang ditebang, akan semakin banyak kayu yang diolah untuk menciptakan tissue.

Untuk memberikan perubahan yang besar kita bisa memulai dari hal-hal yang kecil. Jika semua orang di dunia ini sudah melakukan hal kecil itu maka itu akan menjadi perubahan yang sangat besar.

Kamis, 14 Maret 2013

KETEP PASS trip kedua dan AIR TERJUN KEDUNG KAYANG, MAGELANG, JAWA TENGAH


Yogyakarta, 12 Maret 2013

Jam 05.00 WiB, anak asrama unit UBA sudah bangun, tidak ketinggalan saya juga. Walaupun bangun agak telat karena semalam begadang tapi itu ga membuat semangat kami berkurang. Jam 06.30 WIB kami yang terdiri dari 8 orang  berangkat meninggalkan asrama menggunakan sepeda motor. Perjalanan ini lumayan jauh, jadi harus mempersiapkan segalanya dengan baik.hehe
Jika ingin menggunakan angkutan umum, saya pikir pasti ada rute yang menuju ke sana. Mungkin bisa melalui terminal Magelang kemudian mencari jalur menuju daerah Ketep. Untuk menuju Ketep, dari Yogja dapat ditempuh sekitar 2 jam.
Perjalanan kami dimulai dari jalan Magelang menuju daerah Magelang. Jalan ke Ketep terbilang mudah untuk mengingatnya. Jalan masuk menuju Ketep akan berada di sebalah kanan jalan dari Yogja. Setelah kita melewati gapura perbatasan Yogya dan Jawa Tengah kita sudah harus mulai mengamati papan informasi yang ada di seberang jalan. Setelah sampai di jalan kecil meunju daerah Ketep, kita cukup berjalan lurus saja dan mengikuti jalan besar yang ada. Hati-hati ya karna jalan di sana berlubang dan menanjak.
Selama di perjalanan kita sudah dapat menikmati pemandangan gunung Merapi, gunung Merbabu dan gunung Sumbing. Kalau hari cerah dan tidak berawan, pemandangannya akan semakin indah. Udaranya juga sejuk apalagi setelah kita mencapai Ketep Pass.
Setelah melewati beberapa tanjakan dan turunan, akhirnya kami “para wanita tangguh” sampai juga di Ketep Pass. Untuk tiket masuk ke Ketep Pass ini sebesar Rp 7.000,-/org. tiket masuk ini sudah termasuk gardu pandang dimana kita bisa mengamati pemandangan bekas jalur lahar saat letusan gunung Merapi, tiket masuk ke museum yang memuat tentang gunung api khususnya gunung Merapi dengan miniaturnya. Untuk biaya parkir motor Rp 2.000,-/motor. Akan terlihat bekas jalur lahar saat letusan Merapi tahun 2010 dulu. Di sana juga ada fasilitas teropong yang bisa disewa dengan harga yang sudah ditentukan.
Perjalanan kami pun lanjut ke air terjun Kedung Kayang. Jarak dari Ketep Pass ke air terjunnya ga jauh kok. Sekitar 15-20 menit. Tiket masuk ke air terjun Rp 2.500/org. Oh ya sekedar pemberitahuan, jalan turun ke air terjunnya menurutku cukup terjal. Jadi pakailah alas kaki yang tidak licin, selain itu jika tidak ingin celana anda basah, pakailah jeans yang bisa digulung. Hehe.
Di jalan menuju air terjunnya nanti katanya si ada terowongan tapi kami ga bisa menemukannya. Jam 12.00 kami selesaikan menikmati air terjun dan kembali ke parkiran. Dan bersiaplah merasakan kaki anda letih. J
Sepulangnya dari air terjun kami makan siang di rumah makan Jejamuran dimana menu nya akan SANGAT didominasi bahan baku berbagai jenis jamur.

Gunung Merapi dari kejauhan

Gazebo tempat pemandangan yang teduh


Batu peresmian Ketep Pass

Petunjuk museum

Tempat bersantai

Petunjuk air terjun Kedung Kayang

(dari kiri-kanan) Chandra, Sila, Deta, Palma, Ka Erni, Aku, Dike

Lokasi air terjun Kedung Kayang

Menikmati suasana air terjun

Foto bareng dulu

saling membantu melewati sungai

KETEP PASS

Jalan menuju air terjun

Miniatur Gunung Merapi

Gunung Merbabu dari kejauhan

foto-foto dulu

Dike, Deta, Palma, Ka Erni, Aku, Ria, Chandra

Sarapan sarapan....

Selasa, 26 Februari 2013

"MENDAKI" BROMO


Rencana liburan semester kali ini bisa dibilang benar-benar mendadak. Tadinya kami berencana ke Karimun Jawa tapi karena ombak di sana cukup besar akhirnya kami batalkan. Akhirnya dengan cepat kami berganti rencana dan kami putuskan untuk berlibur ke Bromo. ^^

Dengan rencana yang kurang matang dan terbilang nekat saya dan 2 orang teman saya berangkat ke Bromo. Kita sama sekali tidak pernah ke daerah tersebut dan tidak ada kenalan. Kami hanya bermodalkan informasi dari internet dan dari orang yang sudah pernah ke daerah itu. Bahkan packing saja baru saya lakukan saat hari H.

HARI PERTAMA

Sabtu 2 Februari 2013, pukul 07.30 WIB , saya dijemput teman saya di asrama. Saya sengaja bangun lebih cepat untuk packing. Kita berangkat ke stasiun Lempuyangan, Yogyakarta. Sebelumnya kita sudah mengecek jadwal keberangkatan. Untuk tujuan Probolinggo, ada 2 Kereta Api (KA) pagi yaitu sekitar jam 08.00 WIB dan jam 09.10 WIB. Agar sampai di Probolinggo nya tidak kemalaman, kita mesan tiket KA dengan jadwal keberangkatan jam 08.00 WIB. Saat memesan tiket KA kita harus menyiapkan ID atau kartu identitas. Saya dan 1 orang teman saya sudah menyiapkan ID. Tapi teman saya yang lain ternyata lupa membawa ID nya. Terpaksa kita kembali ke kos nya. Untung saja kami ke stasiunnya menggunakan sepeda motor yang akan kami titipkan di parkiran stasiun selama 3 hari.

Dengan kecepatan penuh, kami sampai juga di kos  dan buru-buru kembali ke stasiun. Saat itu masih jam 8 kurang tapi ga sempat lagi untuk memesan tiket keberangkatan jam 08.00. Untung saja masih ada yang jam 09.10 dengan KA Logawa harga tiket/orang Rp 40.500. walaupun lebih mahal sedikit dibandingkan dengan KA jam 08.00 (harganya sekitar Rp 35.000). Sambil menunggu kami sarapan dulu.
Jam9 kurang, KA kami datang dan kami bersiap-siap untuk naik. Perjalanan ke Probolinggo akan memakan waktu sekitar 9 jam dan cukup melelahkan loh. J

Jam 18.30 WIB kami sampai di stasiun Probolinggo. Berharapnya masih bisa dapat angkot menuju daerah Bromo. Keluar stasiun, suasananya sepi dan tidak ada angkot sama sekali. Saat itu ada seorang bapak yang menanyai kami “ kemana mas? Bromo?”. Sebagai daerah wisata, pertanyaan seperti itu memang sangat wajar. Kami jawab saja “iya” dan kami diantar bapak tersebut menuju sebuah mobil shuttle.
Untuk harga shuttle nya lumayan mahal Rp 50.000. sebenarnya kalau kita nyampe stasiun lebih siang akan lebih baik. Dari stasiun kita bisa naik angkot menuju terminal, ongkos angkot Rp 3000. Sampai di terminal biasanya orang-orang akan menawari ke bromo dan ongkos angkutan umum ke Bromo yaitu Rp 25.000. Sebaiknya minuman dan snack/makanan sudah kita persiapkan sebelumnya atau bisa dibeli di minimarket di Probolinggo karena harga barang2 di atas (Bromo) bisa naik 2 kali lipat.

Probolinggo – Bromo memakan waktu sekitar 2 jam karena jarak yang cukup jauh dan jalan ke Bromo menikung dan menanjak. Untuk penginapan kita bisa memilih menginap di hotel atau di rumah warga.
Setelah berunding, kami memutuskan untuk mengambil paket yang ditawarkan oleh pak supir. Paket tersebut terdiri atas penginapan Rp 200.000 untuk 3 orang dan Jeep menuju penanjakan 2 + Bromo Rp 125.000/ orang (sudah termasuk tiket masuk). Setelah berhitung dan bernegosiasi, kami akhirnya membayar Rp 190.000/orang. Penginapannya cukup nyaman walaupun dengan kelas ekonomi.
Tapi sayangnya ga tersedia air panas dan kamar mandi luar. Jadi untuk air minum panas kami harus membeli dari hotelnya Rp 5000/termos.
Kalau kita memiliki kelompok yang besar akan lebih menghemat pengeluaran. Biaya penginapan maupun jeep bisa lebih ditekan.
Perut kami sudah mulai keroncongan karna blum makan malam, kami putuskan untuk makan mie instan rebus yang tadinya sudah kami beli dari minimarket. Perut kenyang, udara dingin membuat rasa kantuk kami muncul. Tetapi sebelum tidur harus pasang alarm dulu, biar ga telat bangun. Hehe

HARI KEDUA

Jam 03.30 WIB kami dibangunkan oleh guidenya. Dengan mata yang masih setengah tertutup dan belum terlalu sadarkan diri kami bersiap-siap dan memasuki jeep. Perjalanan pertama adalah ke Penanjakan 2. Dari tempat ini kita akan menyaksikan sunrise. Berdoa saja supaya tidak mendung biar ntar dapat sunrise yang bagus.

Untuk menikmati sunrise ini sebenarnya kita bisa melihatnya dari 2 tempat yaitu Penanjakan 1 dan Penanjakan 2. Tetapi guide biasanya lebih menyarankan Penanjakan 2 karena dari sini pemandangan sunrisenya terlihat lebih bagus. Jeep yang kita tumpangi tidak akan bisa naik sampai benar- benar ke penanjakannya jadi kita harus berjalan kaki lagi. Ga terlalu jauh kok dan ga akan terasa apalagi kalau bareng teman. Klo punya budget yang besar dan capek berjalan kaki kita bisa menyewa kuda. Klo untuk harga nya sih saya kurang tau. Tapi menurut perkiraan saya ga akan nyampe Rp 20ribu kok. Hati- hati dengan kotoran kuda yang bertebaran dimana2 yaa.

Setelah menikmati sunrise jam 06.00 kami turun dan memulai perjalanan lagi ke BROMO…hoho
Perjalanannya juga tidak terlalu jauh. Dalam waktu 15 – 30 menit kita sudah sampai dikawasan pegunungan Bromo. Masih berkabut dan dingin. Di sini jeep juga tidak akan bisa sampai ke kaki gunung, jadi harus diparkirkan di tempat yang disediakan dan kita harus berjalan untuk sampai ke kaki gunung bromo atau bisa menyewa kuda. Tapi hati-hati loh karena di sana banyak kuda dan kotoran mereka tidak ditampung seperti pada delman, kotorannya aka nada dimana. Kalau ga hati-hati bisa-bisa keinjak, bau deh.
Akhirnya sampai juga di kaki gunung Bromo. Nah di sini kita harus menaiki beratus-ratus tangga. Saya ga sempat menghitung berpa jumlah tangga nya karna udah saking capeknya.hehe
Benar-benar rame banget. Sebenarnya ga bisa dibilang benar-benar pendakian gunung sih karna untuk mendaki aja kita udah disediakan tangga beton. Jadi jalan nya bisa santai. Ga harus menyiapkan perlatan pendakian gunung kecuali tongkat kayu mungkin. J

Sampai juga di kawah Bromonya. Setelah menikmati pemandangan kawah dan pemandangan dari atas, kita akhirnya turun dan udaranya juga sudah mulai panas karena matahari. Sudah cukup dengan pemandangan gunung Bromo, saya dan teman- teman kembali ke penginapan. Sarapan dulu dan istirahat. Mengisi tenaga untuk perjalan pulang hari ini ke Yogya. Kalau ingin pulang dengan kereta harus bersiap-siap segera. Karena jadwal kereta hanya ada jam 10.00 WIB saja. Sedangkan dengan bus umum anda bisa bersantai- santai dulu, karena jadwal keberangkatan bus jam 19.00WIB dan hanya ada 1 bus malam saja. Kita akan sampai di Yogya sekitar jam 4 pagi. Kecuali jika ingin singgah ke Surabaya akan lebih banyak jadwal keberangkatan untuk bus.

Kami ber3 memilih naik bus malam. Kita akan ke terminal terlebih dahulu dengan naik angkot Bromo seharga Rp 25ribu itu. Tadinya kita pengen pulang naik kereta, untuk memastikan dan mencek jadwal kereta kita pergi ke stasiun. Setelah menanyakan ke petugas ternyata jadwalnya cuma ada pagi. Yaudah deh kita balik lagi ke terminal dan memutuskan untuk naik bus malam.

HARI KETIGA

Jam 04.00 WIB, bus malam yang kami tumpangi (namanya bus Mila), akhirnya samapai di terminal Giwangan dengan selamat.

Barang-barang yang perlu dibawa selama perjalanan ke Bromo :
  1. Pakaian secukupnya. Saat pendakian sebaiknya gunakan 2 baju. Agar lebih hangat. Kalau saya sih waktu udah disuruh siap2 berangkat udah pakai 2 baju, 2 jaket.
  2.  Jaket tebal. Kalau perlu bawa juga berbahan parasut karna akan lebih nyaman.
  3.   Sepatu
  4.  Syal.
  5. Sarung tangan. Biar ga dingin banget karna saat menunggu sun rise nanti udaranya akan semakin dingin.
  6. Kaos kaki.
  7. Minyak kayu putih. Menjaga tetap hangat.
  8. Obat pribadi. Air minum. Biar ga dehidrasi karena perjalanannya akan lama dan panjang
  9. Roti atau sarapan.
  10. Kamera. Sayang banget kalau ga diabadikan dengan kamera teman2.

Ini adalah rincian pengeluaran kami selama perjalanan :
  •  40.500 (ongkos kereta ekonomi Yogya – Probolinggo)
  •  4.000 (sarapan di stasiun lempuyangan, nasi sayur)
  •  2.000 ( air mineral selama perjalanan)
  •  1.500 (es krim, beli di kereta, karna cuacanya panas banget)
  •  50.000 ( ongkos Shuttle ke bromo)
  •  5.000 (air minum panas, beli di penginapan)
  • 12.500 ( sup sayur, makan malam melengkapi mie instan rebus)
  •  5.000 (cilok, beli di perjalanan ke kaki gunung Bromo)
  •  125.000à 100.000 + 25.000 ( biaya jeep +tiket masuk)
  •  200.000 (penginapan kelas ekonomi untuk 3 orang)
  •  25.000 ( ongkos angkot Bromo ke terminal)
  •  6.000 ( ongkos angkot pulang pergi  terminal- stasiun). Sebelum memutuskan pulang naik bus malam, kita pengen mastiin apa jadwal KA benar2 cuma ada pagi, jadi kita ke stasiun dulu buat mastiin, dan ternyta benaran Cuma ada jam 10 pagi.

mampir minimarket dulu

detik detik menjelang sunrise

masih gelap

pemandangan Gunung Bromo

Gunung Bromo dan asap dari kawahnya

Sunrise ^^

aku dan Sunrise

Kuda di Penanjakan 2

Gunung Patok

Gunung Patok, perjalanan ke G.Bromo

Gunung Patok..

Tangga menuju kawah Bromo

Bapak penjual bunga abadi Edelwais

Stasiun probolinggo

Penginapan selama di Bromo

Pemandangan sebelum mencapai Bromo


·          

Senin, 21 Januari 2013

Goa Pindul, Yogyakarta


Jalan-jalan ke pusat perbelanjaan sudah biasa, ke pantai menghilangkan penat juga sudah biasa.
Pengen liburan yang beda untuk kali ini. Bisa dibilang bukan liburan siih, tapi punya waktu luang yang cukup banyak.
Jadi, agar tempat liburan bukan itu itu aja, perlu mengganti lokasi liburan.
Nah, Gua Pindul menjadi tempat yang sangat cocok.
Gua Pindul yang berada di daerah Wonosari, Gunung Kidul ini merupakan gua horizontal dimana air sungai mengalir di dalamnya.  Kedalamannya bisa mencapai 15 meter, karna itu untuk menyusurinya kita harus menggunakan pelampung yang sudah disediakan oleh petugas di sana.
Saat sampai di lokasi wisata ini, kita akan melihat pos untuk pendaftaran para wisatawan yang akan melakukan penyusuran gua. Sebenarnya lokasi Gua Pindul ini ada 2 lokasi. Tetapi saat ke sana, saya menggunakan lokasi yang pertama kali saya temui. tidak ada alasan yang begitu penting kenapa harus lokasi yang pertama.
Hal pertama yang dilakukan saat pertama kali sampai di lokasi adalah mendaftarkan diri kami,  semakin cepat mendaftar maka akan semakin kecil nomor antri yang  didapatkan. Dan itu berarti semakin cepat kami  melakukan penyusuran gua. Sembari menunggu nama kami dipanggil, saya dan teman-teman ( bang Mindoro, Patar, Agung, teman Agung) mengganti pakaian yang lebih nyaman digunakan untuk “basah-basahan”.
Karna saat itu lumayan ramai, kami menunggu sambil makan siang. Di lokasi tersebut disediakan warung makan yang menyediakan makanan dengan harga terjangkau. Sekitar 30 menit kemudian, akhirnya nama kami dipanggil. Kami mulai bersiap siap berada di dekat pos. Di pos tersebut kita harus menitipkan tas dan barang-barang berharga kita. ini dilakukan agar tidak ada yang hilang saat di dalam gua nanti. Kita tidak mau juga kan direpotkan dengan mencari ke dalam sungai dengan kedalaman maksimal 15 meter. Jadi sebaiknya dititipkan saja, barang berharga akan dijaga oleh petugas dengan aman.
Untuk gua pindul di lokasi yang pertama, kita cukup berjalan menuju ke gua nya saja. Sedangkan untuk lokasi kedua, dari pengamatan yang saya lakukan,  wisatawan biasanya akan diangkut menggunakan mobil dari pos menuju gua.
Oh iya, sebelumnya jangan lupa untuk membawa kamera anda, karena moment seperti ini akan sangat penting untuk diabadikan. :)


sebelum memulai menyusuri Gua (Agung, Mb Ita, Bg Mindoro, Aku)

Bang Mindoro dan Patar

Aku, lengkap dengan alat "bertempur"





berenang keluar dari gua